Perbedaan Management Informasi System denganTransaction System
KELOMPOK 2 :
1.
ARIF WAHYUDI
SURYANTO 41816010049
2.
BAGAS ARUL
HAKMAN 41816010024
3.
BAYJURI AHMAD 41816010083
4.
BAYU PRASETYO 41816010047
5.
BIMA LAKSANA
PUTRA 41816010073
Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Manajemen
sendiri mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengarahan,
dan lain-lain, dalam suatu organisasi. Sedangkan, informasi dalam satu
organisasi adalah data yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai dan
arti bagi organisasi.
Dengan
ini, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem yang
mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk
mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi.
Perkembangan Sistem Informasi Manajemen
Pada
awal perkembangan komputerisasi informasi, komputer belum mempunyai program
yang berjalan secara otomatis, melainkan hanya menjalankan komando yang
dimasukkan secara manual ke dalam komputer. Setelah tahun 2000’an, sistem
informasi manajemen mulai berkembang sebagai satu sistem yang terintegrasi pada
berbagai induk perusahaan dan cabang-cabangnya.
Sistem
tersebut kemudian dibentuk dalam sistem informasi berbasis komputer (Computer
Based Information System). Hingga kini, sistem informasi berjalan secara
terintegrasi dan berjalan secara otomatis.
SIM
sendiri mempunyai elemen-elemen fisik yang dibutuhkan untuk kelancaran sistem
yang digunakan, yaitu perangkat keras komputer, perangkat lunak, yaitu
perangkat lunak sistem umum, perangkat lunak terapan umum, serta program
aplikasi.
Selanjutnya,
dalam SIM terdapat database dan prosedur pelaksanaan sistem manajemen
perusahaan dan tentunya, petugas yang mengoperasikan semua sistem tersebut.

Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Fungsi
utama diterapkannya sistem infomasi manajemen dalam suatu organisasi adalah
sebagai berikut:
1.
Mempermudah pihak
manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian
kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi
dengannya.
2.
Meningkatkan efisiensi
dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu.
3.
Meningkatkan
produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi.
4.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena
unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis.
Contoh Sistem Informasi Manajemen
Beberapa
contoh kongkrit penerapan sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:
1. Enterprise
Resource Planning (ERP)
Sistem
ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola
manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit
bidang kerja Keuangan, Accounting, Sumber Daya Manusia,Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan Persediaan.
2.
Supply Chain Management (SCM)
Sistem
SCM ini sangaat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan
terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok,
produsen, pengecer hingga konsumen akhir.
3. Transaction
Processing System (TPS)
TPS ini
berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis yang
rutin. Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris.
Contohnya adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov
Jawa Timur.
4. Office
Automation System (OAS)
Sistem
aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu
perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user
di perusahaan. Contohnya adalah email.
5. Knowledge
Work System (KWS)
Sistem
informasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi.
Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan
mereka.
6. Informatic
Management System (IMS)
IMS
berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga
dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga
dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi,
seperti e-procurement.
7. Decision
Support System (DSS)
Sistem
ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati
lingkungan dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas
Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap
tahun.
8. Expert
System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.)
Sistem
ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan
masalah dengan menggunakan pengetahuan tenaga ahli yang telah diprogram ke
dalamnya. Contohnya, sistem jadwal mekanik.
9. Group
Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS)
Serupa
dengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu
kelompok, bukan per individu. Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan
skenario. Contohnya adalah e-government.
10. Executive
Support System (ESS)
Sistem
ini membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan
berpegang pada grafik dan pendukung komunikasi lainnya.
Transaction Processing System (TPS)
Pengertian
Sistem informasi yang
pertama kali diimplementasikan. Fokus utama pada data transaksi. Sesuai dengan
namanya, sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun, menyimpan, dan
memproses data transaksi serta kadangkala mengendalikan keputusan yang
merupakan bagian dari transaksi. Merupakan system yang mengendalikan keputusan
adalah sistem pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvalidasi keabsahan
kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan
kebutuhan pelanggan.
TPS mengumpulan data secara kontinue, biasanya real time – data dapat segera dihasilkan-dan sebagai data input untuk database perusahaan. TPS merupakan proses yang kritikal untuk suksesnya organisasi.Fungsinya untuk memproses data transaksi dari kejadian bisnis. TPS menghapus rasa bosan saat melakukan transaksi operasional sekaligus mengurangi waktu, meskipun orang masih harus memasukkan data ke sistem komkputer secara manual.Transaction Processing System merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lilngkungan eksternal. Karena manajer melihat data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat peting bagi operasi bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi dengan lancar dan tanpa interupsi sama sekali.Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal.
TPS mengumpulan data secara kontinue, biasanya real time – data dapat segera dihasilkan-dan sebagai data input untuk database perusahaan. TPS merupakan proses yang kritikal untuk suksesnya organisasi.Fungsinya untuk memproses data transaksi dari kejadian bisnis. TPS menghapus rasa bosan saat melakukan transaksi operasional sekaligus mengurangi waktu, meskipun orang masih harus memasukkan data ke sistem komkputer secara manual.Transaction Processing System merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lilngkungan eksternal. Karena manajer melihat data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat peting bagi operasi bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi dengan lancar dan tanpa interupsi sama sekali.Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal.
Contoh : POS terminal untuk penjualan. Pada dunia
usaha proses-proses yang mengacu pada transaksi pertukaran barang atau uang
atau jasa disebut dengan Transaction Processing System (TPS).
Beberapa jenis subsistem yang ada pada TPS ialah :
a) Payroll : pembayaran
upah / gaji karyawan
b) Order Entry / order
processing : mencatat pembelian untuk konsumen
c) Invoicing :
menghasilkan faktur
d) Inventory : mengelola
barang supaya selalu tersedia
e) Shipping : menyerahkan
barang dari perusahaan sampai diterima oleh konsumen
f) Accounts receivable :
mengelola file konsumen & menyerahkan tagihan ke konsumen
g) Purchasing :
mengkoordinasi pembelian barang kepada konsumen
h) Receiving : menerima
barang dari pemasok/supplier pengembalian barang (retur) dari konsumen
i) Account Payable :
mengelola pembayaran tagihan kepada pemasok / supplier
j) General Ledger :
mengikat subsistem diatas menjadi satu & menghasilkan satu laporan
Penginputan data ke dalam
sistem informasi dapat melalui beragam cara:
• Dengan merekam data ke
dalam sebuah formulir
• Dengan menginputkan
data langsung ke dalam computer
• Dengan sms
• Dengan menginputkan
data di internet
• Dengan barcode scanner
• scanner yang lain
Karakteristik TPS
Karakteristik TPS
Menurut Turban, McLean,
dan Wetherbe pada 1999, karakteristik dari TPS adalah sebagai berikut :
• Jumlah data yang
diproses sangat besar
• Sumber data umumnya
internal dan keluaran terutama dimaksudkan untuk pihak internal (meskipun bisa
juga diperuntukkan bagi mitra kerja)
• Pemrosesan informasi
dilakukan secara teratur: harian, mingguan, dan sebagainya
• Kapasitas penyimpan
(basis data) besar
• Kecepatan pemrosesan
yang diperlukan tinggi karena volume yang besar
• Umumnya memantau dan
mengumpulkan data masa lalu
• Masukan dan keluaran
terstruktur. Mengingat data yang diproses cukup stabil, data diformat dalam
suatu standar
• Level kerincian yang
tinggi mudah terlihat terutama pada masukan tetapi seringkali juga pada
keluaran
• Komputasi tidak rumit
(menggunakan matematika sederhana atau operasi statistik)
• Memerlukan kehandalan
yang tinggi
• Pemrosesan terhadap
permintaan merupakan suatu keharusan. Pemakai dapat melakukan permintaan
terhadap basis data
Cara Pemrosesan pada TPS
Cara Pemrosesan pada TPS
a) Pemrosesan batch Batch
processing adalah transaksi menghemat sumber daya yang menyimpan tipe data
untuk pemrosesan di pra-ditentukan kali. Batch processing berguna bagi
perusahaan yang perlu untuk memproses data dalam jumlah besar menggunakan
sumber daya yang terbatas. Contoh batch processing meliputi transaksi kartu
kredit, untuk transaksi yang diproses daripada bulanan secara real time.
Transaksi kartu kredit hanya perlu diproses sekali dalam sebulan untuk
menghasilkan pernyataan bagi pelanggan, sehingga proses batch menghemat sumber
daya TI dari keharusan untuk memproses setiap transaksi secara individual.
b) Real Time Processing
Dalam banyak keadaan faktor utama adalah kecepatan. Sebagai contoh, ketika
seorang nasabah bank menarik sejumlah uang dari rekening nya sangat penting
bahwa transaksi akan diproses dan saldo account diperbaharui sesegera mungkin,
sehingga baik bank dan pelanggan untuk melacak dana.
Terdapat beberapa perbedaan antara real-time dan batch
processing. Hal ini dijelaskan di bawah ini:
- Setiap transaksi secara real-time merupakan
proses yang unik. Hal ini bukan bagian dari kelompok transaksi, walaupun
transaksi diproses dengan cara yang sama. Pemrosesan Transaksi secara real-time
berdiri sendiri baik dalam pemasukan ke sistem dan juga dalam penanganan output
nya.
- Pemrosesan real-time
memerlukan master file yang tersedia untuk lebih sering memperbarui dan
referensi daripada batch processing. Database tidak dapat diakses setiap waktu
untuk batch processing.
- Pemrosesan real-time
memiliki lebih sedikit kesalahan daripada batch processing, sebagai data
transaksi divalidasi dan dimasukkan dengan segera. Dengan batch processing,
data diatur dan disimpan sebelum master file diupdate. Kesalahan dapat terjadi
selama langkah ini.
- Jarang terjadi kesalahan
dalam pemrosesan real-time, namun mereka sering ditoleransi.
- Lebih banyak operator
komputer dibutuhkan dalam proses real-time, karena operasi tidak sentralistik.
Hal ini lebih sulit untuk memelihara sistem pemrosesan real-time dari pada
sistem.batch.
Kualifikasi Transaction Processing Sistem
Kualifikasi Transaction Processing Sistem
Dalam rangka untuk
memenuhi syarat sebagai TPS, transaksi yang dibuat oleh sistem harus lulus tes
ACID. ACID tes yang mengacu pada empat prasyarat berikut:
a. Atomicity
Atomicity
berarti bahwa suatu transaksi selesai baik secara penuh atau tidak sama sekali.
Sebagai contoh, jika dana yang ditransfer dari satu account ke account lainnya,
ini hanya dianggap sebagai transaksi fide tulang jika baik penarikan dan
deposit terjadi. Jika satu account didebet dan yang lainnya tidak dikreditkan,
tidak memenuhi syarat sebagai transaksi. Sistem TPS memastikan bahwa transaksi
berlangsung secara keseluruhan.
b. Konsistensi
Sistem TPS ada dalam satu set aturan operasi
(atau integritas kendala). Jika batasan integritas menyatakan bahwa semua
transaksi dalam database harus memiliki nilai positif, setiap transaksi dengan
nilai negatif akan ditolak.
c. Isolasi
Transaksi harus tampak terjadi dalam isolasi.
Sebagai contoh, ketika transfer dana dibuat antara dua rekening yang mendebit
dari satu dan lain kredit harus tampak terjadi secara simultan. Dana tidak
dapat dikreditkan ke account sebelum mereka didebet dari yang lain.
d. Keawetan
Setelah
transaksi selesai, mereka tidak dapat dibatalkan. Untuk memastikan bahwa kasus
ini adalah TPS bahkan jika mengalami kegagalan, log akan dibuat untuk
mendokumentasikan semua transaksi selesai. Kondisi Keempat memastikan bahwa
sistem TPS melaksanakan transaksi dalam metodis, dan dapat diandalkan dengan
cara standar.
Kondisi Keempat memastikan bahwa sistem TPS melaksanakan transaksi dalam metodis, dan dapat diandalkan dengan cara standar.
Kondisi Keempat memastikan bahwa sistem TPS melaksanakan transaksi dalam metodis, dan dapat diandalkan dengan cara standar.
• Keuntungan
dan Kerugian Sistem Pemrosesan Transaksi (TPS)
• Keuntungan Keuntungan, biasanya adalah proses transaksi sangat cepat,
biasanya hanya membutuhkan beberapa detik, namun jika ada banyak file dalam
antrian, waktu untuk memproses data yang diambil mungkin memakan waktu yang
lama. Keuntungan lain adalah bahwa hal itu membuat proses pemesanan adil dengan
pemrosesan file dalam urutan antrian. Lalu pada Online Transaction Processing
ada dua kunci manfaat: kesederhanaan dan efisiensi. Mengurangi bekas kertas dan
lebih cepat, lebih akurat untuk prakiraan penerimaan dan pengeluaran adalah dua
contoh bagaimana OLTP membuat semuanya menjadi lebih mudah bagi perusahaan.
OLTP juga menyediakan landasan konkrit untuk organisasi yang stabil karena
selalu diupdate tepat waktu. Faktor Kesederhanaan lain adalah yang memungkinkan
konsumen memilih bagaimana mereka ingin membayar, membuatnya menjadi jauh lebih
menarik untuk melakukan transaksi. OLTP terbukti efisien karena sangat
meluaskan dasar konsumen untuk sebuah organisasi, setiap proses yang lebih
cepat, dan tersedia 24 jam.
• Kerugian
Kerugiannya yaitu adnya kemungkinan double
booking. Juga, TPS harus memakai file akses langsung, media serial akses
seperti magnetic tape tidak bisa digunakan. Dalam OLTP, alat ini memang alat
yang tepat untuk organisasi apapun, namun dalam pemakaian OLTP, ada beberapa
hal yang harus dikhawatirkan, Masalah keamanan dan biaya ekonomis. Kemampuan
worldwide yang system ini berikan pada perusahaan membuat database mereka lebih
mudah diserang pangacau ataupun para hackers. Untuk transaksi B2B, perusahaan
harus offline untuk menyelesaikan tahap-tahap dari proses individual,
menyebabkan pembeli dan penyedia kehilangan manfaat efisiensi yang disediakan
system. Sesederhananya OLTP, gangguan kecil dalam system memilki kemampuan
untuk menyebabkan masalah yang lebih besar, sehingga menyebabkan kehilangan
waktu dan uang. Biaya ekonomis lainnya adalah kemungkinan kegagalan server. Hal
ini dapat menyebabkan penundaan atau bahkan penghapusan sejumlah data.
Kesimpulan
Peran system pemrosesan transaksi sangatlah
penting. Begitu banyak arus informasi yang harus didistribusikan dari satu
tempat ketempat yang lain dapat dengan mudah terakses dengan adanya system ini.
Selain itu, perusahaan juga dapat membuat semua kegiatan yang dilakukan
perusahaannya lebih efektif dan efisien, tanpa harus memperkerjakan banyak
orang dalam melakukannya.
thanks bang sgt membantu saya di materi ini
BalasHapus